Home Entertainment 5 Foto Reka Adegan Sugeng Mutilasi Korban di Pasar Besar Malang, Lakban...

5 Foto Reka Adegan Sugeng Mutilasi Korban di Pasar Besar Malang, Lakban Kemaluan hingga Gorok Leher


Kasus mutilasi yang terjadi di wilayah Pasar Besar Kota Malang belum menemuai titik akhir dan tersangka kembali melakukan reka adegan.

Terbaru, tersangka kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, Sugeng kembali melakukan reka adegan sebanyak 38 adegan pada Selasa (18/6/2019).

Dengan dilakukannya reka adegan ulang ini, terungkap fakta-fakta baru berdasarkan pengakuan Sugeng, termasuk melakban kemaluan, menggorok leher korban, dan keinginan membuang jasad korban.

Dari 38 adegan, sebanyak tiga adegan dilakukan di lokasi keduanya pertama bertemu yakni di kawasan Kelenteng Eng Ang Kiong.

Sedangkan adegan lainnya dilakukan di TKP utama yakni di gedung bekas Matahari Departement Store di kawasan Pasar Besar Malang.

Berikut SURYAMALANG.COM rangkum lima foto reka adegan Sugeng saat mutilasi tubuh korban yang dilaporkan oleh wartawan SURYAMALANG.COM Hayu Yudha Prabowo.

1. Lancarkan Aksinya di Tangga Gedung

Menurut pihak kepolisian, Sugeng mengaku telah berniat untuk melakukan adegan intim yang sebelumnya sudah disetujui oleh korban.

Keduanya yang awalnya makan bersama, pindah ke lokasi gedung bekas Matahari Departement Store untuk melakukan hubungan intim.

Namun, karena alat kemaluannnya tidak bisa ereksi, Sugeng kemudian memasukkan tangannya hingga melukai dan membuat korban tak sadarkan diri.

Eksekusi ini dilangsungkan tersangka, Sugeng di tangga gedung tersebut.

Sugeng yang tak bisa melakukan hubungan intim melihat cairan darah keluar dari kemaluan korban lalu melakbannya.

2. Sugeng Lakban Kemaluan Korban

Sugeng yang sempat akan berhubungan intim kala itu melihat darah keluar dari kemaluan korban yang sudah tak sadarkan diri.

Sugeng melakban kemaluan korban dengan tujuan agar darah berhenti keluar.

Selain itu, Sugeng juga menyumpal bagian intim korban dengan kain untuk menyetop darah keluar.

Saat korban tak sadarkan diri tersebut, Sugeng juga menato kedua telapak kaki korban dengan jarum sepatu.

Tulisan yang ada di telapak kaki korban berbeda yakni tulisan ‘SUGENG’ di kaki sebelah kanan.

Sedangkan di kaki sebelah kiri bertuliskan ‘WAHYU YANG KUTERIMA DARI GEREJA COMBORAN KETEMU TUHAN YESUS DAN KERABATNYA’.

3. Tinggalkan Korban dan Kembali untuk Gorok Leher Korban

Sugeng lalu meninggalkan korban dalam keadaan tak sadarkan diri dengan kondisi alat kemaluan dilakban dan disumpal kain.

Keesokan harinya Sugeng lantas kembali lagi ke lokasi dimana ia meninggalkan teman wanitanya tersebut.

Saat inilah sugeng melancarkan aksi mutilasi dengan menggorok kepala korban yang dilakukan pada pukul 01:30 WIB.

Dalam melancarkan aksinya ini, Sugeng menggorok leher korban dengan menggunakan gunting besi.

Ia pun lantas menyembunyikan tubuh korban di toilet yang berada di lokasi tersebut.

4. Toilet Sempit, Sugeng Potong Tangan dan Kaki Korban

Karena kondisi toilet yang sempit, Sugeng akhirnya memotong tangan dan kaki korban.

Ia lantas memasukkan tubuh tanpa lengan dan kaki tersebut ke dalam sebuah karung.

Sedangkan potongan kaki, tangan dan kepala korban ia masukkan ke dalam kantong kresek terpisah dan diletakkan di bagian bawah anak tangga yang menuju Matahari Departement Store.

Seperti yang terlihat dalam foto, Sugeng tampak membawa kresek hitam berisi potongan kaki.

5. Latar Belakang Sugeng

Di wilayah tempat tinggalnya dulu, Sugeng diketahui warga memilik watak tempramen.

Ia bahkan sempat menyukai adiknya sendiri.

Tak hanya itu, Sugeng juga kerap menulis kalimat-kalimat aneh di tembok rumahnya.

Menurut pengakuan polisi, Sugeng memiliki kemampuan memahat dan menjahit yang bagus.

Maka dari itu, ia sempat menatto kedua telapak kaki korban.

“Memang tersangka ini mempunyai latar belakang pintar memahat dan menjahit. Yang bersangkutan juga mempunyai sifat tempramen dan punya track record yang buruk,” ucap Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

6. Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Meskipun sketsa wajah korban sudah tersebar di publik, hingga saat ini, identitas korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang masih belum terungkap.

Polisi gagal melakukan pemeriksaan sidik jari lantaran bagian jari telah mengeras atau termumifikasi.

“Kami mendapat dua laporan kehilangan orang, taoi setelah ciri-ciri fisik dicocokkan belum sesuai,” ujar Komang.

Komang berjanji segera melengkapi BAP kasus mutilasi itu agar bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. Saat ini, BAP masuk tahap 1 atau masih P19.

“Masih tahap 1 tinggal melengkapi keterangan saksi. Jadi masih P19, insyaAllah segera P21,” pungkasnya.

SURYAMALANG.COM