Home Entertainment Istri Muda Lebih Tua dari Istri Pertamanya, Abah Cijeungjing Buat Surat Pranikah:...

Istri Muda Lebih Tua dari Istri Pertamanya, Abah Cijeungjing Buat Surat Pranikah: Harus Cium Tangan

Loading...

Siapa sangka, istri muda Abah Cijeungjing, Teh Rita, ternyata usianya lebih tua dari istri pertamanya, Emas Putri Yanti atau yang akrab disapa Nengmas.

Tak sedikit, perbedaan usia keduanya ternyata terpaut 12 tahun.

Hal itu blak-blakan disampaikan Nengmas atau yang biasa disapa Umma oleh suami dan madunya.

Loading...

Dilansir dari Youtube Cumicumi Jumat (14/2/2020), Nengmas pun mengurai pertemuan pertamanya dengan Teh Rita.

Kedua istri Abah Cijeungjing itu pun mengaku sama-sama ikhlas dan memiliki tujuan untuk perjuangan.

“Saya umur 23 mau 24, Teh Rita umur 35,” kata Nengmas.

Namun hal itu sempat disangkal oleh Teh Rieta yang meyebut usianya lebih tua setahun dari itu.

“36 tahun,” kata Teh Rita.

“Nggak, 36 kan tahun ini, tapi sekarang masih 35,” jelas Nengmas.

“Ah pokoknya 36,” kata Teh Rita sambil tertawa.

Dengan usia yang terpaut cukup jauh itu, rupanya Abah Cijeungjing sudah memiliki solusi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Ia menegaskan kalau sang istri muda, Teh Rita harus lebih menghormati istri pertamanya, meski dari segi usia dirinya lebih tua.

Untuk itu, Abah Cijeungjing membuat surat perjanjian pranikah dengan istri mudanya itu demi kebaikan bersama.

“Sudah dibikinkan perjanjian, di perjanjian itu ada tugas istri pertama apa istri kedua apa,” jelasnya.

Ia pun mengungkap tujuan perjanjian pranikah itu yakni agar pernikahannya langgeng.

“Ya untuk melanggengkan pernikahan, karena percuma kita menikah kalau ujung-ujungnya pisah, kedua untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawadah warahmah,” ungkapnya.

Ia juga menyebut beberapa di antara banyaknya perjanjian pranikah tersebut.

Meski istri keduanya jauh lebih tua dari istri pertama, Abah Cijeungjing, sang istri muda tetap harus lebih menghormati istri tua.

“Ya di antaranya yang paling harus wajib dihormati meskipun usia di bawah yaitu Umma, jadi kalau ketemu Umma, yang cium tangan itu Teh Rita, menghargai yang pertama. Kan itu kuncinya, kalau yang pertama nggak dihargai percuma poligami,” katanya.

Kemudian dalam surat perjanjian pranikah itu juga ditulis tugas masing-masing istri.

“Selanjutnya sih tugas Teh Rita lebih ke kontrol usaha, tugas Umma (istri pertama) ya lebih mengurus saya dan pondok pesantren,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga melarang kedua istrinya itu saling mengadukan keburukan masing-masing.

“Termasuk saya pribadi, ketika ada pelanggaran pun, saya mensyaratkan Umma dengan Teh Rita dilarang melaporkan kejelekan satu sama lain. Misal Umma berbuat salah, terlihat oleh Teh Rita, itu jangan melaporkan ke saya, dua-duanya ya,” ungkap Abah Cijeungjing.

Sementara itu, sang istri kedua, Teh Rita memebenarkan adanya pembagian tugas tersebut.

“Umma itu berkewajiban mengurus seluruh kebutuhan Abah, jadi kami nggak canggung, ketika makan kok rebutan. Saya menghargai Umma sebagai istri abah yang pertama, apapun kebutuhan Abah, uma yang melayani,” kata dia.

Ia pun menyebut kalau ia lebih fokus pengurus perusahaan suaminya.

“Tapi ketika Abah tidak bersama Umma, saya yang melayani. Ketika kita bersama-sama uma, saya hanya fokus untuk pengembangan pesantren, untuk perusahaan beliau. Karena di sini kita berbagi tugas, saya di perusahaan beliau, Umma di pesantren, diatur sedemikian rupa,” jelas Teh Rita lagi.

Teh Rita pun mengungkap alasan dirinya mau dijadikan istri kedua.

“Yang menjadikan saya ridho jadi istri kedua yaitu beliau mendidik saya, jadi ke Umma pun saya kagum lah,” katanya sambil memeluk sang istri pertama.

Sementara itu, istri pertama Emas Putri Yanti, atau akrab disapa Umma dan Nengmas, mengaku kalau dirinya tak menyangka pernikahan suaminya dengan sang istri muda akan viral.

“Intinya saya melakukan itu untuk perjuangan agama, yang memang untuk membangun perekonomian umat, mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini Rasul bangga dan tersenyum,” katanya.

Umma pun menjelaskan kalau ia sudah dua tahun mencarikan istri muda untuk sang suami.

“Betul sekali, karena memang dari dulu, dari awal perjuangan saya masuk nikah sama abah, dari situ saya berjuang untuk agama. Betul saya mencarikan, kalau nggak salah 5 calon,” jelas Umma.

Untuk saat ini, keduanya tinggal terpisah berdasarkan permintaan istri kedua.

Padahal sang istri pertama, Nengmas meminta istri keduanya itu untuk tinggal bersama dalam satu rumah.

“Kalau serumah nggak, untuk sekarang masih terpisah, nanti setelah saya pembangunan, setelah pesantren ini dirombak habis-habisan, dibikinkan rumah masing-masing di pesantren. Jadi ada rumah singgah dan rumah khusus, kalau rumah khusus Umma di Garut, di sini rumah singgah,” jelasnya.

“Kalau keinginan saya dulu, Abah kalau nikah sama siapapun dibarengin aja satu rumah, ketika saya ketemu sama teteh, Teh gimana ke depannya, saya mau beda katanya, pisah lah intinya,” jelas Umma.

Namun Teh Rita mengaku ingin ada privasi sehingga ia lebih memilih tinggal terpisah.

“Karena begini kan ya, saya menjaga keharmonisan, ketika tetap satu rumah, di sini kan kecanggungan terjadi, saya menjaga itu, saya tetap fokus pada perjuangan, Umma pun di sini punya privasi, ketika abah ke saya pun sama punya privasi. Jadi saya berpikiran berpisah rumah itu adalah lebih baik. Saya di Tasik, Umma di sini, tapi ketika ada pengajian saya datang ke sini,” jelas Teh Rita.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM

Loading...